Feeds:
Posts
Comments

Apa itu Ide Besar

“Tidaklah perlu melakukan hal hal luar biasa untuk mendapatkan hal yang luar biasa.”  Warren Buffett.

 

Dulu untuk mendapatkan satu ember/ guci air harus naik turun lembah. Untuk mendapatkan uang harus pergi ke pasar/pekan untuk  menjual hasil bumi. Untuk berkirim khabar harus mencari kertas, pulpen, ke kantor kelurahan, lalu menulis berjam jam, kemudian menitip surat itu ke kantor pos. Bepergian  dgn berjalan kaki berkilo meter, berjam-jam, menunggang kuda atau sepeda.Tapi tetap masih cukup banyak waktu untuk keluarga dan kehidupan social. Ada pesta dan tari menari saat musim tanam tiba atau musim panen usai. Ada kehidupan social dan keluarga yang akrab dan hangat.

 

Zaman sekarang untuk mendapatkan air hangat atau dingin, mendapatkan ayam goring atau ikan bakar, mendapatkan uang tunai, mengirim kabar/pesan, bahkan kongkou kongkou ke ujung bumi,  membuat surat, cukup dgn memencet mencet tuts2 pakai ujung jari. Semuanya akan tersedia dgn cepat di depan mata. Tapi ironisnya justru sekarang kita sering tidak punya waktu untuk keluarga tercinta, untuk kekasih, bahkan untuk diri sendiri. Anak harus diserahkan ke Pembantu/baby Sitter, Anak & Istri harus diserahkan kepada sopir. Kita sibuk terus dan sibuk terus. Bahkan ada yang cukuran pun tak sempat. Ada apa? Dalam buku Living the 80/20 way banyak ide2 praktis yang cukup membantu. Lihatlah kutipan berikut ini!

 

…Cara kita mengatur kehidupan pribadi dan social kitalah yang keliru. Bukannya bekerja untuk hidup, tapi kita hidup untuk bekerja. Kalau saja kita memiliki keyakinan diri dan filosofi yang benar,  kita dapat mencapai lebih banyak dibandingkan sekarang dan kita lebih menikmati pekerjaan kita,  dgn jam kerja yang lebih sedikit dan menyimpan lebih banyak energi kita untuk kehidupan keluarga dan social..(hal 3).

 

 

Kutipan diatas kemungkinan menggambarkan  kehidupan kita sehari hari. Kiita hidup untuk bekerja. Bukan bekerja untuk hidup. Sehingga sering sekali kita mengerjakan apa saja untuk mengisi waktu, tanpa memperhatikan relevansinya terhadap tujuan hidup kita. Mungkin kita sdh terlanjur masuk ke sistem  tujuh empat atau delapan lima. Artinya masuk jam 7 pulang jam 4. Kita hadir kekantor jam 7 duduk bekerja seadanya untuk menunggu jam empat atau jam lima.  Kita tidak  memperhatikan produktivitas kita, akhirnya kita buang2 waktu saja.

 

Dalam buku 80/20 terungkap fakta2 bahwa hanya 20% dari kegiatan untuk menghasilkan 80%.  Penulis buku ini, mau mengajak kita untuk semakin cermat/ jeli, untuk menginventariser semua kegiatan kita sehari2. Ternyata hanya dua puluh persen dari kegiatan itu, menghasilkan 80% dari yang kita dapatkan saat ini. Jika demikian halnya, kenapa kita tidak focus kepada yang 20% itu saja? Karena  dgn kosentrasi kepada 20%, kita akan mendapatkan hasil 80% atau empat kali lipat. Bekerja dgn waktu dan energi lebih sedikit tapi menghasilkan lebih banyak! Dengan demikian kita masih punya waktu untuk keluarga, kesenangan/hobby, kegiatan social sebanyak 80% lagi.

 

Apakah pemikiran ini menarik bagi Anda? Jika belum lihatlah data2 yang dikumpulkan penulis buku ini:

  1. Di Inggris 53 kota besar dihuni oleh 25.793.036 orang. Dan 210 kota berikutnya dihuni oleh 6.539.772 org. (20,2% berbanding 79,8%).
  2. Lima orang main poker. Besar kemungkinan satu (20%), diantara mereka memenangkan 80% taruhan;
  3. Dalam semua toko eceran, 20% staff penjualan akan menghasilkan 80% dari penjualan;
  4. Bahwa 20% dari pelanggan memberikan kontribusi 80% keuntungan perusahaan.
  5. Kurang dari 20% bintang media merebut lebih dari 80% sorotan, dan lebih dari 80% buku laris yang terjual berasal dari 20% penulis;
  6. Lebih dari 80% terobosan ilmiah, berasal dari 20% penulis;
  7. Statistik criminal menunjukkan, 20% pencuri memperoleh 80% dari total hsl curian.

 

 

Tentunya kita tidak percaya begitu saja dgn teori dan data2 diatas. Jika kita pekerja, mari kital lihat!  Dari jam kerja 40 jam per minggu, benarkah hanya 20% (8 jam) menghasilkan output kita sekarang? Jika kita pengacara atau dokter, benarkah income kita 80% adalah sumbangan dari 20% nasabah atau pelanggan kita? Jika kita sopir angkot/bis, benarkah 80% income berasal dari 20% route/len kita?  Jika kita penyanyi panggung, benarkah bahwa 80% income kita  berasal dari hotel tertentu? Jika kita pelukis, benarkan sumber 80% income kita berasal dari 20% pelanggan kita?

 

Jika kita berhasil menginventariser sumber utama yang 20%,  alangkah baiknya jika kita kosentrasi penuh untuk mengendalikan yg 20% ini, dgn memberikan waktu, pemikiran dan tenaga kita yang lebih banyak.  Apa ide besar penulis buku ini?  Mendapatkan lebih banyak dgn melakukan lebih sedikit. (besambung)..

Buruh yang Malang

Sebagai pelayan social aku sering menyambangi rumah para buruh. Kontrakan sempit ,kumuh dan bau keringat. Sebetulnya mereka ingin punya rumah sendiri, lengkap dgn ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi yang bagus. Mereka juga ingin punya mobil seperti Direktur, Manager dan Pejabat Pemerintah. Tapi apa daya, dgn UMK Rp 916.000 (Bogor, 2008) apa yg bisa mereka perbuat. Mari kita hitung sama-sama. Rata-rata uang kontrak kamar per bulan Rp 300.000,– Jika lajang ada kalanya 2 – 3 org per kamar, jika sdh berkeluarga tentu ditanggung sendiri. Jika berkeluarga berarti tersisa Rp 616.000,– Jika sekali angkot @ Rp 3000,– maka perhari Rp 6000,– dikali 25 hari kerja = Rp 150.000,– Sisa Rp 416.000,– Jika beli beras 10 kg per orang @ Rp 4000,– = Rp 80.000,– Jika untuk lauk sehari hari Rp 10.000,– per hari = Rp 300.000,– Terus untuk kegiatan social, beli odol, sabun mandi, bedak, pembalut dsb, dst hitung sendirilah ya! Continue Reading »

Pak! Apa itu PSK?

Apa itu PSK Pak? Itulah pertanyaan yang meluncur dari mulut anakku yg masih duduk di klas II SD, setelah dengar berita TV waktu kami serapan pagi. Aku tersentak juga, mau jawab apa. Kakaknya yg duduk disebelah kiriku (SMP kls 3) menyela “ Dik,, kamu kon nanya yg aneh sih?” “ Lho aku khan nanya sama bapak, bukan sama kakak!” jawab adiknya ketus, sambil melirik aku.  Tadinya aku mau jawab Pedagang Sate Kiloan. Tapi kok Continue Reading »

Kesalahan & Perbaikan

Seorang yang melakukan kesalahan dan tidak membetulkannya,

berarti telah melakukan satu kesalahan lagi. (Confucius).

 

Bayi  mungil, ketika berusaha memasukkan putting susu ibunya ke mulutnya selalu salah, tapi dgn penuh kasih sayang, ketawa penuh bahagia, ibunya membetulkannya. Ketika dia mulai belajar makan/minum, sendok nasi bisa  mampir di hidungnya atau diluar mulutnya. Nasi dan minum pun tertumpah entah dimana. Tapi kembali ibunya, ayahnya, kakaknya membetulkannya dgn kasih sayang. Continue Reading »

Ketika Perjuangan blm Usai

Tadinya kuusulkan ke temanku, untuk menunda sementara acara kami. Mengingat di kiri kanan kami masih melakukan ibadah penguburan juga dgn sound system yg cukup keras. Tapi sang Pendeta menolak, dan acara pun terus dilanjutkan, acara ibadah penguburan. Penguburan seorang Bapak yg masih usia muda, yg selama ini menjadi tumpuan Istri dan sepasang anaknya. Seorang Bapak muda yg sangat produktif, Continue Reading »

Teman & Kesembuhan

Teman & Kesembuhan

 

Matahari sore sudah hampir lenyap ditelan gumpalan awan hitam.  Hujan  lebat menyertai petir sambar menyambar disana-sini menyusul kemudian.  Tiupan angin kencang memaksa daun  mangga & buahnya harus melambai lambai., bahkan ada yg harus copot dari rantingnya.  Namun begitu,  Pak Mul dgn rombongan tetap pergi utuk bezuk teman lamanya Panut, di salah satu RS di Jakarta. Setiba di Rumah sakit, mereka harus antri hampir satu jam, Continue Reading »

Meeting & Productivity

If Insurance Agent contacts the potential prospect in his/her office, sometime the secretary used the meeting as a “safety” answer. If some one doing some hang out with some one in the hidden place, he/she can send a words to his/her couple “sorry honey, I, am in the meeting now, so I will back home late! If Mr/Mrs RT/ RW have some information, idea to increase the prosperity of his/her residence he/she will prepare some meeting. In all organization, almost half of the time use to prepare meeting & meeting. Meeting by using the short time or the long time, luxurious place and some time until midnight. Its mean that the meeting is Continue Reading »

Appreciation & Productivity

I have many friends from many level, many skill and background. Lecturer, Police, Army, Doctor, Teacher, Pastor/ Priest, Preman pasar Senen, and my Special Friends are Anak Sekolah Minggu. If I met with Psycho log I said to them, “your advice very good and helping me to decide the right person!”  If I met with the army or the retired army, I will said to them your dedicate to our country is very good, without you, our country will be attach and destroy by other country. If I met with the police, I will said to them, “ I appreciate your good and quick decision to shoot or not to shoot/ capture the robber, so I can sleep and work safety. Your motto is very good, “ Service and Protect. If I found the Priest, I will say to them, “You are very gentle to remind me and all of your congregations, so reduce the thieve, corruptor etc”. Although the corruptor already and still anywhere. While I met with kids in my Sunday Assemble, I said to them, “All of you kids beautiful, handsome, clever and very kind!”  So all of them happy, Continue Reading »

Lets Cuap2 in English

Globalization! It’s the simple word, but indicates much meaning and impacts, not just in economical circumstance but also to the social & culture life. Globalization already accelerates the Technologies in information’s.  Globalization presser the human being to learn more and more to make some improvement in all of sector.

 

Globalization make everything more closely, almost there is no distance. At any time someone can access and communicate with their partner business in the end of the word. Execute the business deal in the short time. Send the product and received the payment as soon as possible, according to agreement.

 

Due to the Globalization issue, all of the employee must prepare them self by improving their abilities to communicate in English as International Business Language. Beside to improve the fluent in speaking English, the must understand about computer and other related. The most important things in, how the Manager to improve their skill. So why we still postpone our want to speaking English. We have to start since now.  We can learn together in our Computer by browsing many website, miles or blog. The Question is, When We start? The answer is NOW!!

 

Now days, if someone fluent in English, his productivity will increase from day to day!

 

Masa orientasi biasanya diberikan kepada pendatang baru, di sekolah, kampus atau sebuah organisasi. Sesungguhnya masa orientasi adalah sangat baik. Tetapi  ada sekolompok murid pd sekolah tertentu yg menyalahgunakannya menjadi ajang balas dendam. Akhirnya korban banyak berjatuhan. Semestinya masa orientasi adalah peluang Continue Reading »

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.